Minggu, 28 April 2019

Perbedaan Investasi dan Tabungan

• Pengertian Investasi Dan tabungan.
      Investasi adalah segala macam usaha yang dilakukan seseorang untuk menambah nilai dari aset yang telah dimilikinya. Sedangkan tabungan lebih ke arah proses menyimpan sebagian hasil pendapatan yang disimpan atau disisihkan untuk kepentingan di masa mendatang, walaupun pada praktiknya menabung bisa meningkatkan nilai aset (uang) kita dalam bentuk tambahan bunga.
Berbeda dengan tabungan, produk investasi lebih ke arah peningkatan aset dalam bentuk imbal balik dari dana yang kita investasikan. Beberapa karakteristik investasi bisa kita lihat berikut ini:

• Karakteristik investasi
      Untuk kepentingan jangka panjang, sehingga tidak dapat digunakan untuk kepentingan mendadak atau jaga-jaga
Pertumbuhan atau penambahan nilai aset lebih cepat
Lebih berisiko, namun dapat memberikan banyak uang
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: Investasi merupakan penanaman uang pada suatu perusahaan atau proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan. Jadi investasi adalah membeli aset yang diharapkan di masa depan dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Sehingga harapan keuntungan di masa depan merupakan kompensasi atas waktu dan risiko atas investasi yang dilakukan. Ada banyak pilihan berinvestasi, antara lain: deposito, membeli tanah dan bangunan, obligasi, membeli emas, saham, dan sebagainya.

• Jenis Investasi
Pada praktiknya, ada 2 jenis aset yang dapat diinvestasikan, yaitu:

 1.Riil Investment
    Yaitu menginvestasikan sejumlah dana pada aset yang  berwujud, seperti: tanah, emas, bangunan, dan    sebagainya.

 2. Financial Investment
     Yaitu menginvestasikan sejumlah dana pada aset    finansial, seperti: deposito, saham, obligasi, dan  sebagainya.

Jadi secara umum investasi di atas bisa digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu: investasi riil dan investasi non riil. Investasi riil merupakan investasi dengan objek investasi berupa obyek riil atau nyata meliputi: properti, tanah, perhiasan, dan lain-lain. Sehingga objek investasi riil dapat memiliki pertambahan nilai serta dapat diakses langsung oleh pemiliknya kapan saja.

• Perbedaan investasi riil dengan investasi non riil
Investasi riil dan non riil bisa dilihat dari wujud aset yang diinvestasikan apakah wujud fisiknya terlihat atau hanya dalam bentuk surat berharga. Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini perbedaan di antara keduanya jika dilihat dari berbagai sisi:

a) Aset
   Aset investasi riil dapat dirasakan atau dilihat keberadaannya, baik itu tampilannya, ukuran, maupun fisiknya, karena berwujud barang atau benda. Sedangkan investasi non riil hanya dapat dilihat berupa: surat-surat berharga, laporan bulanan, portofolio, dan lain-lain.

b) Perantara atau Broker
Investasi riil tidak ada perantara atau broker, karena pemilik aset menjadi perantara untuk dirinya sendiri. Sehingga tidak ada biaya perantara dan semua keputusan semua di tangan pemilik aset.

c) Kepercayaan
Investasi riil tidak terlalu mementingkan tingkat kepercayaan. Namun berbeda dengan investasi finansial yang sangat membutuhkan tingkat kepercayaan, karena melibatkan profesi berstandar tertentu.

•Karakteristik Tabungan
Tabungan, merupakan produk bank yang paling populer dan paling dikenal masyarakat. Beberapa karakteristik dari tabungan sebagai berikut:
1.Untuk jangka pendek atau berjaga-jaga
2. Pertumbuhan nilai aset sangat lambat
3.Minim risiko/hampir tidak berisiko apapun

Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai persyaratan tertentu yang telah disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro atau alat lainnya yang disamakan dengan itu. Adapun tujuan menabung di bank adalah untuk menyisihkan sebagian hasil pendapatan nasabah untuk dikumpulkan sebagai cadangan kebutuhan masa depan dan sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha baik secara individu maupun kelompok.

•Sarana yang Dapat Digunakan untuk Penarikan Uang di Tabungan.
Uang yang ada di dalam tabungan bisa ditarik dengan menggunakan: buku tabungan, slip penarikan, kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri), serta sarana lainnya, seperti: formulir transfer, internet banking, mobile banking dan sebagainya.

•Perhitungan Bunga Tabungan
Uang yang disimpan di dalam tabungan akan mendapatkan bunga setiap periode tertentu (biasanya bulanan tergantung kebijakan bank). Adapun cara perhitungan bunga tabungan menggunakan 3 metode sebagai berikut :

1. Metode Perhitungan Bunga Saldo Terendah
Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun. Misalnya: Bunga tabungan bulan Mei= …. % x 31 : 365 x saldo terendah bulan Mei.

2.  Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata
Bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.

3. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian
Bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.

•Tabungan, Produk Perbankan yang Paling Populer
Menabung di bank menjadi pilihan utama masyarakat saat ini. Berbeda dengan cara menabung pada zaman dahulu, yang cukup menyimpan uangnya di rumah, baik disimpan pada celengan maupun di bawah bantal atau kasur. Pergeseran pola menabung tersebut telah membantu mengembangkan bisnis perbankan. Tabungan menjadi produk yang paling populer di masyarakat, dibandingkan deposito dan giro karena beberapa faktor, antara lain:

a. Persyaratan yang relatif mudah
b. Cukup mengisi aplikasi dan melampirkan identitas diri, seperti: KTP, SIM, paspor, atau kartu identitas lainnya
c. Setoran dana awal tabungan yang relatif kecil
d. Fasilitas yang ditawarkan bank cukup menarik, seperti: kemudahan transaksi, e. e. e. asuransi dan program berhadiah

Namun kelemahan produk tabungan adalah tingkat suku bunga tabungan yang relatif lebih kecil dibandingkan tingkat suku bunga deposito dan giro. Bahkan bagi nasabah yang memiliki saldo terbatas, bunga tabungan yang diperoleh lebih rendah dibandingkan potongan biaya administrasi atau pajak, sehingga saldo nasabah akan terus berkurang akibat beberapa potongan tersebut.

Selasa, 23 April 2019

Analisis data Badan Pusat Statistik (BPS)

Analisis Nilai Impor BPS



  • Nilai impor Indonesia Maret 2019 mencapai US$13,49 miliar atau naik 10,31 persen dibanding Februari 2019, namun bila dibandingkan Maret 2018 turun 6,76 persen.
  • Impor nonmigas Maret 2019 mencapai US$11,95 miliar atau naik 12,24 persen dibanding Februari 2019 dan turun 2,29 persen jika dibanding Maret 2018.
  • Impor migas Maret 2019 mencapai US$1,54 miliar atau turun 2,70 persen dibanding Februari 2019, demikian juga apabila dibandingkan Maret 2018 turun 31,17 persen.
  • Peningkatan impor nonmigas terbesar Maret 2019 dibanding Februari 2019 adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar US$211,2 juta (17,04 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung sebesar US$47,8 juta (67,32 persen).
  • Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$10,42 miliar (29,01 persen), Jepang US$3,97 miliar (11,05 persen), dan Thailand US$2,42 miliar (6,75 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 19,21 persen, sementara dari Uni Eropa 8,37 persen.
  • Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–Maret 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 14,31 persen, 7,27 persen, dan 4,17 persen.

          Analisis Nilai impor pada data statistik tersebut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor dan impor Indonesia pada Juni 2018 mengalami penurunan. Adapun BPS mengklaim penurunan tersebut dipengaruhi oleh perayaan Lebaran yang jatuh pada 15-16 Juni 2018. Sementara nilai impor pada Juni 2018 yang sebesar 11,26 miliar dolar AS ternyata mengalami penurunan signifikan hingga 36,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya.nilai impor Juni 2018 meningkat 12,66 persen.          
         Menurut sektornya, ekspor nonmigas rupanya masih didominasi oleh industri pengolahan yang nilainya mencapai 63,01 miliar dolar AS di sepanjang Januari-Juni 2018. Sedangkan pertumbuhan terbesar terjadi pada industri pertambangan dan lainnya yang tercatat naik 36,16 persen pada Januari-Juni 2018 dibandingkan Januari-Juni 2017.
         Sedangkan untuk sektor nonmigas yang mengalami pertumbuhan impor terbesar pada Juni 2018 ialah golongan perhiasan/permata dengan nilai sebesar 91,9 juta dolar AS atau setara naik 37,76 secara month-to-month. Di sisi lain, penurunan impor terbesar untuk nonmigas pada Juni 2018 dibandingkan Mei 2018, dialami golongan mesin dan pesawat mekanik yang nilainya mencapai 989,8 juta dolar AS (39,21 persen).

Analisis nilai impor indonesia 2017 menurut Badan Statistik (BPS)

 Nilai impor Indonesia November 2017 mencapai US$15,15 miliar atau naik 6,42 persen dibanding Oktober 2017, demikian  pula  jika  dibandingkan  November  2016  meningkat 19,62 persen
Impor nonmigas November 2017 mencapai US$12,92 miliar atau naik 7,37 persen dibanding Oktober 2017, demikian pula jika dibanding November 2016 meningkat 18,05 persen.
Impor  migas  November  2017  mencapai  US$2,23  miliar  atau naik 1,22 persen dibanding Oktober 2017 dan juga meningkat 29,56 persen dibanding November 2016.
Peningkatan  impor  nonmigas  terbesar  November  2017 dibanding Oktober 2017 adalah golongan mesin dan pesawat mekanik US$378,5 juta (19,32 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan serealia sebesar US$67,9 juta (20,95 persen).
Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–November 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$31,78 miliar (26,46 persen), Jepang US$13,89 miliar (11,56 persen), dan Thailand US$8,44 miliar (7,03 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,37 persen, sementara dari Uni Eropa 9,32 persen.
Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–November 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 15,19 persen, 16,37 persen, dan 11,53 persen.

Referensi https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/04/15/1568/ekspor-maret-2019-mencapai-us-14-03-miliar--sedangkan-nilai-impor-mencapai-us-13-49-miliar.html

Selasa, 26 Maret 2019

Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia

Kasus atau masalah Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia
      konflik terbaru yang terjadi pada akhir tahun 2016 sampai awal 2019 kemarin, yaitu konflik antara pabrik semen (corporation) dengan para petani (local community).  Obyek sengketa adalah proyek pembangunan pabrik semen di wilayah pegunungan kendeng, Rembang, Jawa Tengah, yang juga merupakan spot barisan pegunungan batu kapur (karst). Dalam konflik ini, rakyat (petani lokal Kendeng) menuntut agar pembangunan pabrik semen segera dihentikan karena disinyalir akan menghancurkan lingkungan serta menguras sumber daya air di wilayah tersebut.  Sementara perusahaan dan pemda tetap bersepakat akan melanjutkan proyek pembangunan pabrik dengan ijin baru yang diterbitkan oleh Gubernur Jawa Tengah.  Konflik ini diwarnai dengan aksi demonstrasi dengan cara mengecor kaki dengan semen oleh beberapa peserta yang sebagian besarnya adalah Ibu-Ibu yang dilakukan di depan istana merdeka guna menarik perhatian sekaligus mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencabut izin proyek pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia di wilayah mereka. Dalam aksi ini, terjadi satu insiden yang memilukan, dimana Ibu Patmi (48 tahun), salah seorang ibu yang ikut dalam rombongan demo, meninggal dunia usai melakukan aksi demonstrasi.  Di duga yang bersangkutan meninggal karena terkena serangan jantung setelah kelelahan yang sangat ekstrem. Sampai tulisan ini diturunkan, belum ada solusi yang tepat untuk memecah kebuntuan atas konflik yang terjadi ini.

Menurut pendapat saya tentang kasus tersebut.
        
      Dari konflik di atas, saya ingin mengajukan pandangan berdasarkan perspektif keilmuwan dari sisi teori Common Property Resources (CPrR) sebagai basis pemikiran untuk mengkonstruksi batas-batas definitif suatu sumber daya.  Konstruksi teori ini lahir dari sebuah pengalaman empiris yang bertujuan untuk memetakan hak dan tanggung jawab atas suatu sumber daya pada suatu wilayah khusus yang didalamnya hidup satu atau beberapa kelompok masyarakat yang interaksi kehidupannya sangat intents terhadap sumber daya, sehingga antara mereka (masyarakat lokal) dan sumber dayanya memiliki hubungan yang kuat secara kultural yang tidak bisa terabaikan begitu saja.
      Maka bisa dikatakan bahwa sumber daya alam di Karangdowo, Jawa Tengah merupakan hak milik masyarakat sekitar yang peruntukkannya haruslah memprioritaskan aspirasi mereka.  Hadirnya pihak ketiga yang akan mengeksploitasi SDA di wilayah tersebut haruslah memahami aspirasi masyarakat lokal dengan mengedepankan prinsip kesejahteraan, keberdayaan, serta keberlanjutan sumber daya sehingga Common Property Resources (CPrR) itu benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal, bukan sekedar manfaat sisa atau “basa-basi” kepedulian yang hanya menipu dan bersifat seremonial belaka.  
        Lebih dari itu, perusahaan sebaiknya menghormati kedaulatan dan hak-hak warga lokal atas sumber dayanya sendiri dengan tidak sering melakukan pendekatan hukum yang kaku dalam menghadapi persoalan seperti ini.  Selain tidak menarik, pendekatan hukum yang kaku akan menuai aksi tidak simpatik terhadap perusahaan dan pemda yang pada akhirnya akan sangat merugikan kedua belah pihak.  Membangun hubungan dengan rakyat lokal melalui musyawarah dan dialog merupakan pendekatan yang tepat agar segala sesuatu yang berkaitan dengan hak-hak rakyat atas sumber daya tidak hilang begitu saja akibat hadirnya industri ekspansif di wilayah mereka.  Dalam hal ini, pemerintah daerah harusnya memposisikan diri sebagai penengah yang baik, bukan justru menjadi provokator konflik dan memihak pada sisi yang lebih kuat.  

Selasa, 19 Maret 2019

Pengalaman belajar saya

       Saya akan menceritakan pengalaman saya belajar bahasa inggris pada hari sabtu kemarin, pada hari sabtu saya belajar bahasa inggris dikelas saya,yang pertama dosen bahasa inggris saya menyuruh mahasiswa kelas saya untuk membuat tabel pada kertas, setelah itu kita semua harus membuat tabel yang terdiri dari time,monday,tuesday,wednesday,thursday,friday,saturday,dan sunday setelah itu kita harus mengisi sesuai yang ada pada kolom. Kolom pertama kita mengisi time dengan morning dan nama-nama hari kita isi dengan nama teman kita dengan cara bertanya sesuai yang dosen jelaskan.
       Sesudah itu jika ada salah satu dari kita yang nama harinya tidak diisi atau kosong,kita dipasangkan dengan dosen,untuk saling bertanya seperti liburan atau lain sebagainya. Pengalaman saya pas pertama kali kuis ini mulai saya tidak punya teman pasangan saya jadi nama hari saya kosong sesudah itu saya dipasangkan dengan dosen saya, pertama saya takut dan gugup pas saya tau harus dipasangkan dengan dosennya karena kita tidak boleh berbicara dengan bahasa indonesia 5 kali menjawab pertanyaan atau bertanya berbicara mengunakan bahasa indonesia kita akan dapat konsukuensinya yang udah dosen saya tentukan. Nah setelah saya itu saya diberi pertanyaan oleh dosen saya yang bertema holiday,dosen saya bertanya kepada saya dengan bahasa inggris tentang holiday saya seperti pergi kemana dan bertemu siapa. saya gugup menjawab pertanyaan dari dosen saya karena saya tidak terlalu mengerti bahasa inggris dan apa yang dibicarakan dosen saya,tapi saya jawab dengan bahasa inggris walau mungkin ada salah kata atau ucapan saya.
      Setelah itu waktu habis,saya bergantian dengan teman saya yang nama harinya kosong,teman saya bertanya seperti film favorit saya ,dan tempat yang saya suka. Setelah itu kita disuruh menghapalkan sejarah daerah tempat saya,kita semua disuruh menjelaskan kembali kepada teman pasangan kita. Setelah kuis selesai kita harus membuat blog yang berisi pengalaman belajar pada hari ini, sekian dan terima kasih pengalaman ini membuat saya banyak belajar menjadi paham dan mengerti kosa kata yang belum saya ketahui, saya merasa sangat senang.

Jumat, 15 Maret 2019

Sejarah Perekonomian Indonesia

SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA
          Indonesia adalah negara yang memiliki letak geografis yang sangat strategis, karena berada di antara dua benua (Asia dan Eropa) serta dua samudra (Pasifik dan Hindia), perdagangan internasional melalui mitra asing yang datang untuk berdagang juga ikut berperan penting dalam perkembangan Indonesia berupa kedatangan pedagang dari India, China, Arab  dan Eropa yang ikut mengeksplorasi rempah-rempah.(Kekaisaran Romawi). Pengertian Sejarah Perekonomian adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena ekonomi yang berubah dapat dilihat dari historynya.

Sejarah perekonomian di Indonesia dibagi dalam beberapa Era (masa) yaitu :

1. Sejarah Perekonomian Indonesia Era Pra Kolonalisme.
          Era Pra Kolonialisme yaitu era dimana bangsa asing belum masuk ke Indonesia. Terutama bangsa Eropa yang bertujuan memperluas kekuasaan mereka atau untuk menjadi bangsa penjajah di Idonesia. Pada era ini kita adalah jamannya kejayaan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Termasuk masa berkembangnya agama Hindu dan Budha sebagai agama yang pertama kali dikenal di Indonesia. Sehingga adat budaya Hindu-Budha masih dapat kita lihat hingga kini terutama dari bangunan-banguna bersejarah pada masa itu. Diantaranya berbagai prasasati dan candi yang merupakan hasil budaya masyarakat Indonesia pada masa itu.
         Dimulailah sejarah Indonesia mengenai penyebaran ajaran Hindu-Budha serta beberapa kerajaan bercorak Hindu-Budha yang sempat berjayaan membuat nama mereka sekaligus raja-raja dan para tokohnya terkenal di seluruh nusantara. Ini berlangsung mulai abad ke-4 hingga abad ke-15. Tepatnya dimulai dari masa kejayaan kerajaan Kutai hingga Kerajaan Malayapura.
         Setelah masa itu perdagangan dunia mulai berkembang seiring dengan ditemukannya Indonesia oleh berbagai bangsa lain dari berbagai belahan dunia. Pada abad ke 12 mulailah berdatangan para pedagang atau yang lebih dikenal dengan sebutan para Guzarat dari Timur Tengah. Terutama para pedagang berkebangsaan Arab Saudi yang beragama Islam. Dari mereka inilah cikal bakal penyebaran dan berkembangnya agama Islam di Indonesia ini. Hingga akhirnya agama ini kini masih menjadi agama mayoritas di Indonesia.
         Adanya interaksi antara para pedagang dengan orang Indonesia asli untuk berbisnis lama kelamaan berkembang menjadi akulturasi budaya. Tidak sedikit bangsa Arab menikahi orang Indonesia dan menetap di Indonesia. Tidak sedikit pula orang Indonesia yang masuk Islam. Maka kita kenal adanya Wali Songo yang merupakan orang Indonesia asli yang memilii ilmu mengenai agama Islam yang kental. Mereka menjadi penyebar agama Islam di seluruh Nusantara. Terutama di Pulau Jawa dengan berbagai cara yang unik.
        Perlahan namun pasti kita juga mulai mengenal gaung dari kerajaan-kerajaan Islam yang juga sempat mengalamami masa kejayaaan. Kita mengenal kesultanan Samudera Pasai, Demak, Banten, dll. Sebagai kerajaan yang bercorak budaya Islam yang kental. Begitupun para tokoh Islam yang terdapat di dalamnya yang cukup berpengaruh dalam perkembangan Islam di Indonesia.Karena mereka juga kita menemukan berbagai kerajaan yang bercorak Islam dalam arsitektur mereka. Pun dengan mesjid-mesjid yanng merupakan tempat beribadah umat Islam yang tersebar di hampir seluruh penjuru Indonesia. Mewarnai budaya Indonesia dengan warna baru setelah sebelumnya didominasi oleh corak budaya Hindu-Budha.

2. Sejarah Perekonomian Indonesia Era Kolonialisme.

A. Portugis
         Bangsa Portugis datang ke wilayah Nusantara (Indonesia) karena dorongan ekonomi, agama, dan petualangan. Keberhasilan Vasco da Gama mencapai Kalkuta di pantai barat India pada tahun 1497 telah membuka peluang dan jalan bagi Portugis untuk sampai ke Nusantara. Kalkuta saat itu menjadi bandar utama sutera, kayu manis, porselen, cengkeh, pala, lada, kemenyan, dan barang dagangan lainnya. Barang-barang yang diperdagangkan tersebut mayoritas berasal dari para pedagang Malaka.

B. Belanda       
        Penjajahan Belanda tak lepas dari sejarah kebangkrutan VOC yang sebelumnya membuka industri dagang di Nusantara. Pada akhir abad ke-18, yaitu abad kebangkrutan VOC di Nusantara dan setelah kekuasaan singkat Britania di bawah pimpinan Thomas Stanford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC. Tepatnya pada tahun 1816.
       Tahun 1830, cultuurstelsel atau sistem Tanam Paksa mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para rakyat pribumi dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia, seperti teh, kopi dan lain-lain. Hasil perkebunan itu kemudian diekspor ke berbagai negara. Sistem Tanam Paksa ini membawa kekayaan yang besar kepada para pelaksananya, baik pihak Belanda maupun orang Indonesia yang menjadi pemilik tanah, namun tidak bagi para pekerjanya. Para pekerja Tanam Paksa dirampas hak-hak kebebasannya untuk bekerja tanpa henti.
       Van Deventer, seorang tokoh liberal Belanda, mengatakan bahwa Indonesia telah berjasa membantu pemerintah Belanda memulihkan keuangannya. Dalam majalah De Gids terbitan Belanda, van Devender menyebutkan bahwa jutaan gulden yang diperoleh Belanda dari bumi Nusantara itu merupakan Een Ereschuld (utang kehormatan). Menurutnya, Belanda berutang kepada bangsa Indonesia atas keuntungan yang diperoleh dari hasil eksploitasi kekayaan Nusantara yang begitu besar. Oleh sebab itu sudah sewajarnya jika kebaikan orang Indonesia itu dibayar kembali. Menurut Van Deventer, utang budi itu harus dibayar dengan peningkatan kesejahteraan melalui trias politica atau politik etis (Ethische Politiek).
     Tulisan Van Deventer dan para pengecam dari kelompok politisi liberal lainnya seperti Van dedem, Van kol, De Waal, dan Van den Berg, ternyata berpengaruh besar. Hingga pada tahun 1901, ratu Wilhemina mengumumkan pernyataan bahwa diperlukan suatu penyelidikan terhadap kesejahtraan rakyat Jawa. Van Deventer kemudian dikenal sebagai Bapak Pergerakan Politik Etis. Van Deventer benar-benar menempatkan kesejahtraan rakyat pribumi di atas kepentingan yang lain. Ia juga menjadi penentang kemiskinan akibat Tanam Paksa yang terjadi di Jawa.

C. Jepang
          Sewaktu Indonesia masih di bawah penjajahan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Saat itu Jepang merasa penting untuk menguasai sumber-sumber bahan mentah dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya, Squad. Nah, wilayah-wilayah ekonomi yang sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang diberi nama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, merupakan wilayah yang masuk ke dalam struktur ekonomi yang direncanakan oleh Jepang.
       Kalau di bidang moneter, pemerintah Jepang berusaha untuk mempertahankan nilai gulden Belanda. Hal itu dilakukan agar harga barang-barang dapat dipertahankan sebelum perang.

3. Sejarah Perekonomian Indonesia Era Orde lama.
       Pada masa pemerintahan Ir.Soekarno kegiatan ekonomi masyarakat sangat minim perusahaan (besar saat itu merupakan perusahaan peninggalan penjajah yang mayoritas milik orang asing dimana produk (erorientasi pada ekspor.Kondisi stabilitas sosial politik dan keamanan yang kurang stabil membuat perusahaan - perusahaan tersebut stagnan. Pada periode tahun 1950an indonesia menerapkan model guidance deaelopment dalam pengelolaan ekonomi dengan pola dasar Growth with Distribution of Wealth.
dimana peran pemerintah pusat sangat dominan dalam mengatur pertumbuhan ekonomi pembangunan semesta merencana.Model ini tidak berhasil karena begitu kompleknya permasalahan ekonomi sosial politik dan keamanan yang dihadapi pemerintah dan ingin diselesaikan secara bersama-sama.           Puncak kegagalan pembangunan ekonomi orde lama adalah terjadi hiperinflasi yang mencapai lebiih 500% pada akhir tahun 1965.Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan.

4. Sejarah Perekonomian Indonesia Era Orde Baru.

A. Soeharto
      Kala Soeharto naik menjadi presiden di saat kondisi ekonomi dan politik yang sedang tidak baik. BPS mencatat pada 1965 ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 1,08 persen. Ekonomi Indonesia selama kurun waktu 1960-1965 hanya tumbuh rata-rata dua persen.
     Periode 1966-1973 dapat dikatakan sebagai tahun transisi ekonomi. Pada tahun-tahun tersebut, Soeharto mengambil kebijakan untuk memperbaiki keadaan ekonomi yang tengah merosot. Salah satunya mengatasi hiperinflasi. Hal tersebut terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi.
     Ekonomi pada 1966 hanya tumbuh sebesar 2,79 persen. Setahun berikutnya turun menjadi 1,38 persen. Usaha perbaikan ekonomi tersebut terlihat sejak 1968. Pertumbuhan ekonomi melambung ke level 10,91 persen pada 1968. Pengendalian inflasi pun terlihat berjalan baik. BPS mencatat inflasi turun drastis menjadi 9,86 persen pada awal Pelita I pada 1969.
Perkembangan berikutnya, pertumbuhan ekonomi era Presiden Soeharto konsisten di kisaran lima hingga sembilan persen. Pertumbuhan di bawah lima persen hanya terjadi pada 1982 dan 1983 yaitu 2,2 persen dan 4,2 persen. Sementara itu, krisis minyak dunia (oil boom) yang mulai terjadi pada 1973 ternyata menguntungkan Indonesia.
Naiknya harga minyak dunia membuat ekspor migas Indonesia meningkat dari US$1,61 miliar pada 1973 menjadi US$7,44 miliar pada 1978. Dampak lain, sektor pertambangan dan penggalian lantas menjadi lapangan usaha ketiga penyumbang PDB pada 1973.
Sektor pertambangan dan penggalian pun terus tumbuh seiring ditemukannya ladang minyak baru dan naiknya permintaan minyak dunia. Puncaknya pada 1983, nilai ekspor migas mencapai US$16,14 miliar. Angka tersebut menjadikan sektor ini menguasai lebih dari 70 persen ekspor Indonesia saat itu. Mulai menurunnya harga minyak dunia membuat pemerintahan Soeharto mengubah arah ekonomi.

B. Habibie
       Krisis ekonomi global yang bermula pada 1997 dan carut marutnya politik di dalam negeri membuat Soeharto akhirnya mundur pada 21 Mei 1998. BJ Habibie yang sebelumnya bertindak sebagai wakil presiden pun naik menggantikan Soeharto. Habibie tak membuat banyak perubahan pada kebijakan yang menentukan arah PDB. Ia hanya sebentar menjabat sebagai presiden. Pada tahun pertamanya tersebut, pertumbuhan ekonomi terjun bebas menjadi minus 13,31 persen.
Kondisi tersebut turut dipengaruhi krisis nilai tukar yang membuat rupiah terdepresiasi dari Rp3.633 pada Juli 1997 menjadi Rp15.100 pada Mei 1998. Pada tahun keduanya, dengan berbagai perbaikan regulasi, Habibie mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,79 persen pada 1999.

C. Gustur
        Melalui pemilihan umum (pemilu), KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) naik menjadi presiden pada 1999. Pertumbuhan ekonomi di era Gus Dur mulai kembali positif. Pada tahun pertamanya, tercatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,92 persen pada 2000. Namun pada tahun berikutnya pertumbuhan ekonomi turun menjadi 3,64 persen.
       Selain melihat pertumbuhan ekonomi dari sisi kontribusi lapangan usaha, juga dapat dilihat dari sisi pengeluaran. Pada masa pemerintahan Gus Dur, pengeluaran konsumsi rumah tangga mendominasi ekonomi, di luar aspek pengeluaran lain seperti ekspor-impor, investasi, dan belanja pemerintah.
Indikator pengeluaran konsumsi rumah tangga pada era Gus Dur naik dari Rp856,80 triliun pada 2000 menjadi Rp1.039,65 triliun pada 2001. Hal ini terlihat jelas dari industri penopang pertumbuhan, yaitu pengolahan (27,65%) dan perdagangan, hotel dan restoran (16,20%).
        Meskipun begitu, kepemimpinan Gus Dur di bidang ekonomi kurang efektif. Lemahnya kerja tim ekonomi dan buruknya hubungan dengan IMF membuat Gus Dur dimakzulkan pada pertengahan 2001.

5. Sejarah Perekonomian Indonesia Era Reformasi

A.  Megawati  
       Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri naik menggantikannya. Pemerintahan era Megawati cukup berhasil melakukan stabilisasi ekonomi. Terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren naik. Secara berturut-turut, pertumbuhan ekonomi dari 2002 sebesar 4,5 persen naik menjadi 4,78 persen pada 2003 dan 5,03 persen pada 2004. Industri pengolahan semakin berkembang di era Megawati. Selama tiga tahun kalender, PDB industri tersebut selalu mencapai kisaran Rp400 triliun. Menjadi sektor penyumbang PDB terbesar menurut lapangan usaha.

B. SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)
       Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), cukup baik dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Selama 10 tahun masa kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi melaju di kisaran lima hingga enam persen. Pencapaian terendah terjadi pada 2009 dengan pertumbuhan ekonomi 4,63 persen.
      Kondisi pada 2009 tersebut dipengaruhi tekanan ekonomi global yang berdampak pada pelemahan rupiah yang mencapai puncaknya pada kuartal akhir 2008. Hal tersebut mengakibatkan stabilitas moneter dan sistem keuangan pada kuartal pertama 2009 masih mengalami tekanan berat, ekspor barang dan jasa juga mengalami kontraksi yang cukup dalam.
      Industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar untuk PDB di masa itu. Kritik ekonomi untuk SBY selama menjabat ialah gagal membangun jaringan infrastruktur. Anggaran infrastruktur pada masa SBY kurang dari empat persen dari APBN. Sementara, anggaran cukup besar untuk pos subsidi energi. Pada APBN 2015, pemerintahan SBY menganggarkan Rp344,70 triliun untuk subsidi energi.

C. Jokowi ( Joko Widodo)
        Ekonomi di era Jokowi berkisar di angka lima persen. Pertumbuhan ekonomi tercatat 4,90 persen pada 2015. Tahun-tahun berikutnya, angka tersebut tidak naik terlalu signifikan. Tercatat pertumbuhan ekonomi pada 2016 5,03 persen dan 2017 sebesar 5,07 persen.
Berdasarkan angka, pertumbuhan ekonomi di era Jokowi memang terlihat lebih rendah dibandingkan era Soeharto. Namun perlu dicatat, masa kepemimpinan Jokowi baru berlangsung empat tahun dan belum bisa dibandingkan dengan era kepemimpinan sebelumnya. Selain itu, di era Soeharto, pertumbuhan ekonomi juga tidak selalu stabil. Hanya sekali pertumbuhan mencapai dua digit, belum sampai 12 persen. Tepatnya pada 1968 sebesar 10,92 persen.
      Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di tiap era berbeda-beda tergantung kebijakan sang presiden. Soeharto membuka keran investasi asing dan terbantu oleh meningkatnya harga minyak dunia. Ia pun memanfaatkan migas sebagai penopang ekonomi di saat Indonesia berperan sebagai eksportir minyak mentah.
Namun, ketika harga minyak dunia turun, Soeharto memutuskan untuk mulai beralih ke sektor nonmigas. Ada pula masanya pertumbuhan ekonomi berada di bawah tekanan IMF sebagai pemberi dana untuk perbaikan perekonomian negara seperti di era Habibie. Sedangkan pada era SBY, lebih mengambil jalan aman dengan melakukan stabilisasi makroekonomi dan politik dengan subsidi energi yang besar. Sedangkan masifnya pembangunan infrastruktur beberapa tahun terakhir, bisa jadi penopang baru untuk geliat ekonomi di masa depan.

Minggu, 11 November 2018



REVIEW LAGU “PERFECT” ED – SHEERAN


Ed Sheeran mengguncang industri musik dengan lagu romantisnya. Setelah terkenal dengan single bergenre soul nan romantis luar biasa "Thinking Out Loud" kemudian disusul dengan single pop yang disentuh dengan tambahan musik dancehall "Shape of You", Sheeran kembali menaklukan hati para penggemarnya dengan lagu akustik berjudul "Perfect". 

Sobat, lagu "Perfect" ini sebenarnya sudah rilis dari bulan Maret 2017. Saya sudah mendengarnya sejak awal dirilis di salah satu aplikasi musik. Sejak awal didengar, saya suka sekali dengan musiknya dan liriknya. Tapi saya merasa agak aneh kenapa lagu ini tidak se-booming lagu Sheeran lainnya. Pada saat itu memang yang sedang trending adalah lagu "Shape of You". Saya pikir lagu ini mungkin biasa saja dan underrated. Kenapa?? Karena pada saat rilis hanya official audio saja yang dirilis dan belum ada video musiknya. Tapi pada November saya mendapat notif video klip "Perfect" di menu trending bagian music pada aplikasi youtube. 
Lagu bergenre akustik ini akhirnya menjadi trending dimana-mana khususnya setelah dinyanyikan oleh Sheeran di acara X Factor pada 26 November 2017. Setelah itu dirilis versi duetnya dengan Beyonce.
Actually, ini memang bukan pertama kalinya Ed Sheeran duet dengan penyanyi bintang. Sebelumnya ia pernah berduet dengan Taylor Swift. Tetapi harus diakui duo kali ini sangat keren. It's liiiiiiitttt!!! 
"Perfect" akhirnya mendapat tempat teratas di tangga lagu UK Single Chart. Versi duetnya juga masuk ke Billboard Hot 100 dan menduduki posisi pertama untuk minggu ketiga Desember 2017. Sheeran, you nailed it again
Sheeran mengawali lagu duet ini seperti lagu originalnya. Dia menyanyikan part-nya persis seperti pada single-nya dan terdengar tidak ada perubahan. Menurut saya sih kemungkinan ini dua rekaman berbeda yang disatukan. 
Di lagu "Perfect" untuk part-nya sendiri, Sheeran nyanyikan dengan dominasi suara yang kuat tanpa diiringi suara pembantu (backing vocal). Irama yang mengiringi suara Sheeran juga lebih condong ke petikan gitar. Terdengar sangat akustik. Lain halnya dengan part-nya Beyonce. Beyonce menambahkan suara pembantu dengan gaya bernyanyi lebih ke musik gospel. Perbedaan ini yang membuat "Perfect" sangat enak didengar. Tidak menoton. Apalagi saat bagian lirik yang dinyanyikan secara bersama di menit-menit terakhir lagu. Beyonce tidak mencoba untuk mengeluarkan suara yang powerful dan Sheeran tetap santai sehingga kedengaran harmonis di telinga. Sobat ternyata untuk versi duet ini, Beyonce juga memiliki andil sebagai penulis. Menurut saya ini Beyonce sangat luar biasa dalam menentukan bagian-bagian yang cocok untuk dinyanyikan olehnya dan bagian untuk dinyanyikan secara bersama. Kemungkinan Beyonce harus berpikir keras untuk hal ini karena berduet dengan seorang Sheeran tidaklah gampang. Tipikal bernyanyi Sheeran tidak mudah untuk dijadikan teman duet. Salah menempatkan partiturnya bisa menjadi sebuah kegagalan dalam proyek tersebut.

Makna Lirik

           Tidak bisa dipungkiri bahwa lagu "Perfect" adalah salah satu lagu terbaik dari Ed Sheeran yang pernah ada. Makna lagu ini sangat menyentuh hati pendengarnya, dan mungkin saja banyak yang sudah merasakan pengalaman yang sama dengan setiap lirik yang ditulis oleh Sheeran. Ini adalah sebuah lagu tentang penantian yang terjawab. Penemuan akan cinta yang selama ini ditunggu. Aneh dan lucunya, seseorang yang ditemukan adalah seseorang yang pernah bersamanya. Ia pun mulai memuji sang pujaan hati dan berjanji tidak melepasnya lagi. Dan sobat, tahukah kalian ini lagu cinta monyet? Oke kalau terkesan sarkas, ini adalah lagu cinta muda-mudi. Saya suka lagu ini. Sang lelaki terkesan dewasa. Walaupun ia sadar bahwa mereka masih belia, tapi ia berharap suatu saat mereka tinggal serumah (menikah) karena ia menemukan perempuan yang bukan hanya dapat memegang rahasia, tapi berjalan bersamanya dalam setiap beban yang ia pikul.

        Jodoh, dapat dikatakan sebagai salah satu hal di dunia ini yang tidak bisa kita temukan kecuali melalui petunjuk Sang Pencipta. Di lagu ini, sang lelaki seperti menemukan jodohnya. Ia sepertinya merasa cemas dan berharap tidak lagi gagal karena gadisnya adalah gadis yang sempurna. Satu hal yang dimiliki sang lelaki adalah keyakinan (faith). Hal itu yang akan membuat ia kuat untuk berjalan bersama kesempurnannya itu.    
Saya sendiri berharap ada video musik dari lagu ini. Bahkan jika bisa diunggah behind the scene proses rekamannya. Sebagai penikmat musik, yang pasti saya suka sekali dengan versi duet "Perfect" dan mengapresiasi dengan nilai tinggi.
Enak didengar, tidak menoton, dan musiknya keren.

Good job, Sheeran!!!!






Selasa, 06 November 2018

Brosur traveling dan Strategi pemasaran


Brosur Korea - Japan Tour




Strategi Marketing Bisnis Tour dan Travel :
1. Misi Marketing
Contoh Strategi Marketing Bisnis Tour dan Travel: Wisata Petualangan Tanpa Batas pertama adalah anda harus memikirkan misi marketingnya. Misi wisata ini adalah untuk menyediakan travel bagi klien dengan kualitas lapangan terbaik. Kami ada untuk menarik dan menjaga klien.

2. Tujuan Marketing

a.Mempertahankan penilaian positif dari klien
b. Menjadikan klien baru menjadi klien potensial yang bertahan lama
c. Memperkenalkan sebagai agen tour dan travel dengan kualitas terbaik di bidang wisata petualangan

3. Tujuan Finansial

a. Perkembangan 2 digit untuk tarif dasar setiap tahunnya
b. Mengurangi pengeluaran tambahan setiap tahun
c. Meningkatkan harga variabel terkait dengan produksi perjalanan secara berkelanjutan.

4. Target Marketing

b. Kalangan muda yang suka berpetualang.

5. Posisi Marketing

Wisata ini akan dipromosikan sebagai wisata yang berbeda dari sebuah petualangan wisata yang berkelas dengan harga yang kompetitif.

6. Strategi Piramid

Satu tujuan dari strategi piramid adalah memposisikan wisata ini sebagai wisata yang muncul pertama kali, berkelas, dan menyediakan petualangan luar biasa.
Sasaran pertama marketing adalah meningkatkan kesadaran klien mengenai jasa yang ditawarkan, meningkatkan pelayanan prima klien, dan bekerja dengan cara membangun loyalitas terhadap konsumen.

7. Marketing Mix

a. Penentuan harga
Wisata ini tidak berkompetisi dalam harga, tetapi dalam jasa.
b. Distribusi
Wisata ini akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.
c. Iklan dan promosi
Iklan dan promosi akan dilakukan lewat website, media sosial, dan majalah.
d. Jasa Pelayanan Klien

8. Penelitian untuk Marketing

Untuk mengetahui perkembangan dari rencana marketing, anda harus melakukan observasi terhadap kebutuhan klien dan harapan dari sebuah perjalanan wisata yang berkualitas. Hal ini dibutuhkan untuk memantapkan pengambilan keputusan dan proses pengambilan keputusan dari klien target.
Selain itu anda dapat menggunakan penelitian marketing dinamis yang memanfaatkan mekanisme umpan balik berdasarkan kartu sistem. Salah satu sumber terakhir dari penelitian di pasar adalah dengan menggunakan analisis kompetitif. Wisata petualangan akan melakukan observasi terhadap pesaing untuk mengadakan perubahan pada bisnis.